Selasa, 16 Maret 2010
Kwereeeeeeennnn
tadi pagi sekitar jam 8.30, ada kecelakaan kecil di kampung melayu. motor sama motor tabrakan, dua-duanya jatuh lumayan parah. karena saya kebetulan liat kejadiannya, saya berenti sebentar buat ngebantu. tanpa babibu salah satu pengendara nyamperin si orng yg nabrak, saya pikir mau berantem, eh ternyata dia bilang "bapak ga apa2?", "saya salah pak, saya minta maaf dan saya mau tanggung jawab". eh si bapak yg satu lg bilang, "saya ga apa2, mas. mas ga apa2? saya jg salah. saya jg minta maaf". akhirnya mereka saling minta maaf dan lanjutin perjalanan mereka masing2 walaupun sedikit luka2. dalam hati saya "seandainya ada banyak orng seperti mereka yg berani mengakui kesalahan dan berani memintaa maaf pasti Indonesia akan damai2 saja" Amiin..kita doa2 sama2 ya...
Senin, 22 Februari 2010
Bidadari itu bernama Aisha
Senin, 12 february 2007
Tahun ini sudah masuk ke semester 6 kuliah saya disebuah universitas swasta di
Tidak selayaknya mahasiswa/i lain yg dandan habis2an untuk menarik lawan jenisnya, saya hanya menikmati hidup saya dengan cara saya sendiri. Kaos, jeans usang, tas gemblok hitam dan converse yg selalu membungkus kaki saya. Seakan tidak ada merk sepatu lain, saya benar2 menutup mata terhadap sepatu selain converse. Perkenalkan nama saya Raffa, 21 tahun, 172cm/77kg, saya mahasiswa semester 6 fakultas komunikasi sebuah universitas (yang katanya) kenamaan di
Saya tidak perduli.
Selasa, 6 maret 2007
Di siang hari yang sangat menyengat itu saya sengaja mengikat rambut saya karena cuaca terasa panas sekali. Oh ya, ketika itu rambut saya panjang sebahu. Sudah hampir pukul 12 siang yg artinya saya harus segera masuk kelas. Dengan sedikit tergesa saya berjalan menuju kelas. Ketika saya tiba di gerbang kampus, tiba2 entah dari mana gadis itu muncul. Saya tidak tahu dia siapa, baru kali ini saya melihatnya. Gadis itu kepanasan, pipinya memerah dan sepertinya dia juga sedang tergesa, “mungkin sudah ditunggu pacarnya” kata saya dalam hati.
Semenjak hari itu saya sengaja duduk di pelataran depan kampus demi melihatnya melintas dihadapan saya. Cukup hanya dgn melihatnya sedang melintas sambil menelepon seseorang, atau ketika dia sedang bercanda dgn kawan2nya, atu dia hanya sendirian melintas dgn diktat2 kuliah yg menggunung ditangannya. Ya, itu cukup buat saya. Hati saya sudah teramat gembira melihatnya melintas.
Rabu, 14 maret 2007
Saya sengaja membeli sepotong roti, segelas air mineral dan sebungkus rokok lalu duduk lagi dipelataran depan kampus. Untuk melihat biadariku melintas lagi. 3 batang rokok sudah habis, dia blm jg melintas. Lalu saya melihat beberapa gadis yg saya kenali sebagai kawan2 dekatnya, lalu mereka duduk dihadapan saya dan saling berbincang. Salah satu dari mereka, gadis dgn kulit sawo matang berkacamata bilang “aisha sakit apa sih?”, “flu berat kata maminya” si gadis yg paling gemuk berwajah indo-german berkata. Aauucchhh…bidadariku sedang sakit. Tapi akhirnya aku tau namanya walaupun dgn cara yg tidak lelaki. Aisha, nama yg indah. Sangat indah bahkan.
Semoga dia cepat sembuh.
Senin, 2 april 2007
Pukul 15.46, saya sedang berbincang dgn kawan2 saya sesama senat mahasiswa di secretariat senat. Dari obrolan yang berisi guyonan2 itu, saya tahu bahwa ternyata Aisha adalah perempuan yg banyak fansnya. Bbrp kawan saya di senat jg ternyata menyimpan hati walaupun secara diam-diam, dan jg banyak orang diluar
Apa kabarmu Aisha???
Selasa, 3 april 2007
Lelah sekaliiii, karena slesai kuliah saya langsung rapat dgn departemen saya di senat mahasiswa. Pukul 16.33 rapat slesai dan saya segera makan dan kembali ke ruangan senat untuk mengambil helm dan jaket saya untuk bersiap pulang krn saya ingin istirahat drmh. Ketika sedang mengikat tali sepatu, tiba2 dia, bidadariku, Aisha, sedang berdiri disamping saya. Saya hampir meloncat krn kaget dan senang krn melihat lg senyum manisnya. Dia menegur saya “Hai Raffa”, “HaH?! Darimana dia tau nama saya?” teriak saya dalam hati. “Hai Aisha”, hanya itu yg keluar dr mulut saya. Lalu Aisha mengeluarkan lagi senyum mempesonanya itu dan masuk kedalam ruangan senat. Merasa bahwa ini hari keberuntungan saya, saya melepas kembali sepatu saya dan masuk lagi kedalam ruangan senat. “Lho? Raffa ga jadi pulang?” Aisha bertanya, uppssyyyy….malu banget dan tmn2 saya tertawa terbahak-bahak. Sore itu berjalan lambat sekali dan entah bagaimana, tanpa saya sadari saya sudah duduk persis disebelah kanan Aisha. Ternyata Aisha mampir ke ruangan senat untuk promosi kalau dia berjualan pulsa, dan entah dating keberanian dari mana saya meminta nomor telefonnya dengan alasan kalau mau pesan pulsa jd tinggal telfon aja.
Sore itu berakhir dgn indahnya krn pertama, Aisha tersenyum kepada saya. Kedua, saya mendapatkan nomor telefonnya. Ketiga, saya bisa melihat wajahnya dari dekat.
Terima kasih untuk sore ini Aisha.
Sabtu, 14 april 2007
Hari berjalan membosankan seperti biasanya. Dan setelah saya sadari bahwa hari ini hari sabtu, hari dimana biasanya orang2 seusia saya atau lebih muda atau lebih tua (yg penting berpasangan) sudah berencana untuk pergi bersama pasangannya, tapi saya tetap drmh dan menikmati mlm minggu drmh saja. Dan saya semakin terbiasa menikmati mlm minggu drmh. Handphone saya bunyi, tmn kampus saya melepon dan saya lagi2 mendengarkan cerita paling membosankan di dunia, curhat cinta….minta saran cinta kok sama orang yg jomblo.
Hampir satu jam lebih tmn saya baru slesai bercerita, sambil menikmati sebatang rokok saya membuka-buka contact list di hp saya, lalu sampai di contact bernama Aisha. Ya ampun, saya lupa klo saya punya nmr hp Aisha. Tanpa maksud apa2 saya sms aisha “hai Aisha, ini raffa. Lg ngapain? Pasti lg pacaran?”…send. 5mnt kemudian Aisha membalas sms saya “ooo hai raffa, lg drmh aja nih. Pacaran sma siapa? Pacar aja ngga punya.
Selamat tidur, bidadariku.
Entah bagaimana ini semua dimulai, saya semakin dekat dgn Aisha. Kami mulai berbagi cerita mengenai hidup kami masing2, saya jg menceritakan hidup saya yg dekat dgn hal2 yg tidak baik. Aisha hanya bilang “itu pilihan lo, fa”. Kami mulai rutin saling menelpon dan menanyakan kabar masing2. Kami semakin sering menghabiskan waktu bersama di kampus.
Aku mencintaimu, Aisha.
Sabtu, 26 may 2007
Hari yg indah…Aisha berulang tahun hari ini!!!! Kami janjian untuk mkn mlm bersama disebuah restaurant seafood kenamaan di daerah Ancol. Saya menjemputnya dirumah, lalu gadis cantik berjilbab itu melangkan keluar dari rumahnya, dgn jilbab merah marun dan jenis pakaian yg saya tidak tahu namanya, jeans, dan sepatu tepleknya…Aisha, saya tidak yakin kalau kau manusia, kau pasti bidadari. Tibalah kami di restaurant tersebut. Setelah makan malam saya minta izin Aisha untuk pergi ke toilet sebentar padahal pada saat yg sama aku berlari ke mobil untuk mengambil kue ulang tahun yg sudah aku siapkan sebelumnya. Lalu dengan sedikit mengendap aku berbisik di telinganya, selamat ulang tahun. Lalu Aisha terlihat bahagia dan senyum mempesona Aisha kembali muncul…”Allah, cantik sekali makhluk ciptaanMu ini” dalam hati saya. Lalu kami berdua bernyanyi selamat ulang tahun dan menikmati malam itu berdua sambil menikmati kue ulang tahun dan suasana pantai di
Aku semakin mencintaimu, Aisha
Hari-hari saya dikampus sepertinya agak berubah, dgn hadirnya Aisha. Hidup saya semakin teratur dan semakin indah karena saya selalu dengannya jika dikampus. Berita mengenai kedekatan kamipun sudah tersebar luas. Bukan karena kami berdua adalah mahasiswa popular dikampus, setidaknya bukan saya. Tapi Aisha adalah salah satu primadona di kampus, itulah mengapa banyak yg melirik ketika saya melintas di halaman depan kampus. Laki2 gondrong dengan penampilan lusuh ini dekat dgn seorng perempuan baik2, berjilbab, nilai akademis sempurna, dewasa, cantik, primadona kampus. tentu saja banyak orang khususnya tmn2 dekatnya yg bertanya dan menyuruh Aisha untuk berfikir lagi ttg ini tp dia seperti tidak perduli dgn omongan orang lain. Bahkan ada beberapa laki2 yg sebelumnya mendekati Aisha tp merasa tersaingi olhe saya, menjelek-jelekan saya di depan Aisha. Sampai akhirnya saya bertanya kepada Aisha “kmu ga apa di omongin orang2 kyk skrng? Mereka tau aku siapa dan mereka ga mau kmu knp2. Klo ini membuat kmu ga nyaman, kita ga usah ktmu2 lg aja”. Aisha hanya menjawab singkat “aku ga knp2, ini hidup aku, aku mau deket2 kmu itu pilihan aku. Aku fikir kmu serius, baru gini aja nyerah, aku aja ga dengerin mereka.” Aku bangga mendengar ucapannya. Saya tidak akan berhenti.
"Apa yg ada di pikiranmu, syng ??" bisikku dalam hati.
Sabtu, 2 juni 2007
Hari2 yg biasanya saya lewati sendiri sekarang sudah berakhir. Saya mengajak aisha makan malam disebuah restaurant keluarga di daerah bekasi. Slesai makan, “Aisha, boleh aku pinjem tangannya?”, “boleh, tapi nanti kembaliin lagi ya?”, “mmm…would you be ny girlfriend?”, Aisha tampak terkejut “lalu dia tersenyum malu, manis sekali sambil menganggukkan kepalanya dia bilang “aku mau. Kita jalanin sama2 ya, fa.” “ya Tuhan, gadis cantik ini milikku sekarang” desahku dalam hati. Lalu aku mengantarnya pulang dan bergandengan tangan erat sekali.
Aku mencintaimu sepenuh hatiku, Aisha-ku sayang
Sebulan tak terasa waktu sudah berjalan. Indah sekali. Tmn2 dekat aisha yg dulu tidak yakin dengan saya mulai menerima kehadiran saya ditengah mereka dan mereka cukup hangat menerima kehadiran saya. Sekarang semua orang tau bahwa Aisha dan Raffa sudah saling memiliki. Aisha selalu bilang bahwa aku luar biasa berbeda dgn laki2 yg pernah dikenalnya. Saya memang lebih banyak mengajaknya pergi ke musium, took buku dan juga kegiatan2 organisasi kampus, bkn seperti orang lain yg nonton di bioskop, clubbing atau bahkan checkin. Aisha jg selalu mengerti keadaan saya yg tidak bias mengajaknya bermewah-mewah. Kami sama2 selalu mencari uang sendiri, ketika kmi ada sedikit uang kami akan menggunakannya untuk orang tua atau untuk kami berdua. Memasuki bulan kedua, kami mulai membawa satu sama lain untuk bertemu orang tua kami. Alhamdulillah semua berjalan lancar.
Memasuki bulan kesepuluh, kami semakin tak terpisahkan. Dikampus, kami sudah satu paket, ada Aisha ada saya begitupun sebaliknya. Tidak pernah ada orang ketiga dalam hubungan kmi. Aisha selalu bilang, “seandainya aku harus menikah, cuma kmu yg aku mau jadi suami aku, fa”. Kamipun akhirnya menjabat sebagai senat mehasiswa selama 6 bulan, kami berada dalam kabinet yg sama. Senyum manis, cerdas, cantik, dan begitu manjanya Aisha jika sedang bersamaku. Kami sama2 senang traveling, hingga kmi traveling bersama ke solo.
“aku sangat mencintaimu, raffa” bisik Aisha suatu hari.
Akhirnya, karena keseriusannya dalam kuliah, Aisha sudah mulai skripsi sementara saya masih kuliah reguler dan baru bias mengambil skripsi semester depan. Aisha semakin sibuk dengan skripsinya dan saya disibukkan dengan kegiatan organisasi dan tugas2 kuliah yg menggila, tapi itu semua tidak mengurangi kualitas hubungan kami. Hingga pada akhirnya saya sadari bahwa saya kurang mendekatkan diri dengan orang tua Aisha.
Maafkan aku, syng.
Rabu, 24 oktober 2007
Malam itu orang tua Aisha menelpon saya, “raffa, kmu lg sma Aisha?”, “ngga tante, saya masih dikampus ada tambahan. Aisha udh pulang drtd sore, tante. Knp tante?”, “Aisha blm sampe rumah”. Panik, saya menelpon Aisha, “kmu dmn sayang?” kataku, “rahasia, kmu plng skrng, klo ngga aku marah!” katanya, “ada apa sih?”, “pulang skrng!” katanya. Tiba dirumah saya masuk ke kamar, saya melihat bidadari itu sedang berdiri di sudut kamar saya yg sudah di dekor dgn sangat indahnya. “happy birthday, cintaku”, katannya sambil memeluk saya. “ini kadonya, buka dong”. Jujur saja, ini pertama kalinya ada perempuan melakukan ini untuk saya.
“Terima kasih, syng. Kmu sungguh baik”.
“iya, ini untuk kmu, kekasihku” katanya sambil mengecup pipiku.
Kamis, 17 januari 2008
Aisha mulai sering marah karena saya jarang menemaninya mengerjakan skripsi dan jg karena kurang dekat dengan orang tuanya. Saya mulai merasa ada perbedaan diantara kami. Kami menjadi lebih sering bertengkar.
Semoga ini hanya sindrom kejenuhan pada umumnya.
Sabtu, 22 maret 2008
Keadaan sudah membaik. Saya mulai melakukan pendekatan kepada orang tua Aisha, dan sering mendampinginya mengerjakan skripsi. Kami kembali ke keadaan kami seperti biasa. Hingga pada hari itu Aisha bertanya kpd saya “syng, aku hari senin mau pergi ktmu tmn aku boleh ga?”, “siapa?” tanyaku, “andra, yg kerja di tv swasta itu loh”, “mau ngapain?”, “ada launching buku gitu trus kau mau dikasih bukunya yg udh d tanda tangan sma penulisnya..boleh ya?”, “ngga”. Aisha hanya diam dan bilang “ya udh ga apa2 klo ga boleh” sambil tersenyum manis, senyum yg selalu aku rindukan. Ntah mengapa sepanjang malam itu saya memikirkan si Andra ini. Krn saya yakin bahwa laki2 ini menginginkan aisha juga.
“aku tidak menginginkan dia, aku hanya menginginkanmu, raffa. Tenang saja. Aku hanya mencintaimu, lelaki-ku”, bisiknya dalam pelukanku.
Selasa, 6 mei 2008
Entah apa, entah bagaimana tiba2 “syng, mami minta aku cari laki2 yg lebih dewasa”. “lho?
“syng perjuangin aku, perjuangin kita, demi kita” tangisnya di dadaku.
Ya Tuhan.....
Minggu, 15 juni 2008
Kami memasuki fase terburuk dalm hubungan kami. Kami tidak lagi sebahagia dulu krn kami sadar bahwa kami sedang menghadapi orang tua Aisha yg tidak menyetujui hubungan kami. Kami seperti orang yg menunggu untuk dieksekusi mati. Kami sama2 tidak tahu apa yg akan terjadi kalau akhirnya kami berpisa. Aisha lebih banyak menangis setiap harinya, akupun lebih banyak memikirkan jalan keluar dari masalah ini.
“aku sangat mencintaimu” bisik kami berdua bersamaan dalam peluk.
Senin, 14 juli 2008
Hari yg kami takutkan akhirnya datang juga. “syng, mami minta kita putus”. Dan hari itu kami resmi berpisah. Wajah cantik yg biasanya mengeluarkan senyum yg mempesona, senyum yg meluluhkan kemarahan saya, senyum yg akan membuat dunia ceria jika orang melihatnya, sekarang berubah menjadi wajah kesedihan dgn air mata yg bercucuran. Saya hanya bisa memeluknya dalam tangis. Saya gagal memperjuangkan cinta saya.
“Ya Tuhan, saya membuat wanita yg saya cintai menangis. Maafkan saya Ya Tuhan, Maafkan aku, syng”.
Sebulan kemudian, kadang saya masih berjumpa dgn Aisha dikampus. Kami sama2 tidak bisa membohongi hati kami kalau kami masih saling mencintai. Hingga pada suatu malam, saya sedang membuka sebuah situs pertemanan lalu saya membuka account milik Aisha. Di profile picture saya melihat Aisha bersama seorang laki2 yg saya kenali bernama andra. Saya telusuri lebih jauh, ternyata Aisha sudah menemukan pengganti saya. Tidak sampai 2 minggu, Aisha sudah bersama orang lain. Luka yg masih basah ini, disayat lebih dalam.
Ketika saya mempertanyakan masalah ini kepada Aisha, dia hanya bias menangis dan meminta maaf. Dia hanya bilang, “Andra dating ketika aku hancur. Dia Bantu aku bangkit dari keterpurukan aku setelah kehilangan kmu”. Hanya 2 minggu, semua mimpi kami hanya sebatas 2 minggu bagi Aisha. Dibalik kehancuran saya, saya menyadari betul siapa saya. Saya hanya mahasiswa kere yg blm lulus, sementara Andra adalah seorang pejabat di sebuah stasiun televisi swasta. Tapi bagaimanapun saya harus menghormati keputusan Aisha. Apa yg menjadi kebahagiaan Aisha akan menjadi kebahagiaan saya.
“syng, semoga kamu bahagia dgn Andra”.
Rabu, 23 september 2009
Sudah setahun lebih sejak hari kami berpisah dan saya tidak mau mencari pengganti Aisha. Hingga pada hari itu hari itu Aisha menelpon saya “raffa, kmu baik2 aja?”, “iya aku baik2 saja, kmu gmn? Masih sma Andra kan?”, “mmm iya masih…”, “bagus klo masih sma andra”, “aku pengen ktmu kmu, fa”……..
Ada apa, syng? Ada apa ingin bertemu?
Kamipun akhirnya bertemu, pada saat itu Aisha bilang “raffa, aku cma mau bilang. Aku ga bias lupain kmu. Ga ada yg bias gantiin kmu. Aku sayang kmu, fa.”
Akhirnya kami berjanji untuk tetap berhubungan baik dan tidak lose contact seperti setahun belakangan. Aisha selalu mengatakan sangat mencintai saya, tidak mau saya tinggalkan, tapi disatu sisi Aisha tidak meninggalkan Andra. Ada apa ini???
Aisha selalu bilang, “keadaan Andra yg bikin aku ga bias ninggalin dia. Dia butuh aku, fa”. “Lalu apakah saya tidak membutuhkan kmu, Aisha” batinku.
Dan kami tetap berhubungan selayaknya pasangan padahal disisi lain Aisha milik Andra.
“aku tetap mencintaimu, syng” bisiknya ditelingaku
Senin, 22 februari 2010
Hingga detik ini, saya dan Aisha masih tetap saling mencinta. Aisha mulai mengajak saya kerumahnya untuk bertemu orang tuanya. Aisha bahkan pernah mengajak orang tuanya berkunjung kerumah saya dan bertemu ibu saya. Apakah Aisha sudah gila??
Semua yg kami jalani hingga detik ini, apa artinya bagi Aisha?
Saya hanya tidak mau menjadi pengecut yg bermain dibelakang Andra. Aisha sudah ribuan kali bilang tidak mau kehilangan saya, tapi juga tidak meninggalkan Andra. Apa sebetulnya ini?
“kapan kamu mau lamar aku, fa?” katanya disuatu malam
hingga detik ini, saya tidak tahu kemana ini akan berakhir. Apakah saya akan menikahi Aisha atau saya harus merelakan dia pergi dengan Andra. Sekarang Aisha sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta, dan saya Raffa sudah lulus November lalu. Kemana ini semua akan berujung? Hanya tuhan sang sutradara yg tahu krn hingga detik ini Dia belum menunjukkan ending dari cerita saya….
Jumat, 19 februari 2010, 21:39
“aku sangat mencintaimu, syng” bisik kami bersamaan
Kamis, 18 Februari 2010
Nirwana Ujung Selatan Pulau Jawa
Berikut saya tampilkan foto yang saya ambil sendiri di pantai Ujung Genteng. Berikut adalah foto pantai ketika Sunset dan Sunrise...Enjoy
Rabu, 17 Februari 2010
ikan jambal, the newbie
Perkenalkan saya si ikan jambal, ini tulisan pertama saya karena emang ini untuk pertama kalinya saya bikin blog. Karena ngeliat tmn2 yg suka pada autis klo udh pada nge-blog, saya merasa terintimidasi (lebay) dan akhirnya bikin blog.
Lewat blog ini saya pengen berbagi tentang kebanggaan saya sebagai seorang indonesia. keindahan alam, potensi alam, dan segala yang dimiliki oleh bangsa ini. Karena sejujurnya saya muak dengan orang2 luar negeri yang ngerendahin negara ini.
Semoga berguna, and let's go blogging !!!!!!!!